!-- all in one seo pack 1.4.91 ob_start_detected [-1,-1] --> BaBel Island: Advertise

Tampilkan postingan dengan label Advertise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Advertise. Tampilkan semua postingan

5.21.2009

Kuliner Khas Bangka Barat


Kecamatan Jebus memiliki wilayah yang paling luas di Kabupaten Bangka Barat sudah sejak lama didiami berbagai suku yang hidup berdampingan dengan rukun selama puluhan tahun.Seperti warga keturunan suku Buton di Desa Teluklimau, kendati sudah selama puluhan tahun terpisah dari tanah leluhurnya dan sebagian sudah melakukan perkawinan campuran dengan suku Melayu Bangka, hingga kini masih mempertahankan makanan tradisional leluhurnya yaitu ’suami‘.

“Suami” adalah makanan yang terbuat dari ubi. Biasanya makanan ini sengaja disuguhkan sebagai teman santap siang pengganti nasi bersama ikan Pari dan ikan Kerisi panggang yang dilengkapi dengan jeruk kunci, cabe plus sambal. Sajian ini cukup membangkitkan selera.Desa Teluklimau ini, selain menjadikan beras sebagai makan pokok sehari-harinya masyarakatnya juga masih mengkonsumsi ’suami‘. ‘Suami’ adalah sejenis makanan yang diolah dari ubi yang diparut lalu dikukus menggunakan cetakan dari daun kelapa.


Suami di desa ini selain dibuat untuk konsumsi sendiri juga dijual kepada warga setempat dengan harga Rp 2.000 per buahnya.
Di Desa Teluklimau ini ada tiga macam ’suami‘ yaitu suami hitam yang terbuat dari ubi yang dijemur selama satu minggu lalu baru dikukus, suami biasa yang dibuat dari ubi yang diparut lalu dikukus dan suami pepeh yaitu suami yang dibuat dari ubi yang diparut lalu dipipihkan menggunakan suatu alat dicampur minyak.
Sebagai makanan khas Bangka, suami sering ditampilkan dalam kegiatan pameran tingkat kabupaten bersama sejenis kue yang juga merupakan makanan khas warga Teluk Limau.
Salah satu kelebihan dari makanan ini, bila tidak terkena air suami bahkan bisa tahan sampai sebulan, tapi sudah keras.

Klik Disini Untuk Baca Selengkapnya...

5.17.2009

Peluang Investasi Dinegeri Laskar Pelangi


Dalam menghadapi arus globalisasi saat ini Saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya membangun berbagai fasilitas infrastruktur seperti pelabuhan samudara dan Nusantara sebagai langkah mengahadapi persaingan global dam regional. Peluang dalam berbagai kegiatan ekonomi baik penigkatan ekspor maupun investasi juga terus digalakkan. Oleh sebab itu berbagai prasarat untuk mendukung hal tersebut telah dispikan oleh para penyelegngaran daerah.

Bangka belitung merupakan daerah yang hidup dari ekspor barang-barang mentah kepasar global, dan telah menyebabkan iklim ekonomi yang sangat bergantung pada pasar dunia. Inilah kemudian yang dibaca oleh oleh pemerintah daerah bahwa kedepan sangat urgen untuk membangun industri hilir (industri pengolahan barang setangah jadi/jadi). Situasi politik yang sangat terbuka saat inipun telah ikut memberikan peluang besar bagi para investor, baik lokan, nasional maupun internasional, terutama sekali dalam idang industri hilir pengolahan; baik timah, karet, lada, kelapa sawit, pasir kuarsa dan sebaginya. Apalagi saat ini kepastian hukum, kesederhanaan birokrasi, jaminan keamanan serta berbagai fasilitas infrastruktur pokok seperti listrik, air bersih, telekomunikasi telah disedikan dengan cukup matang oleh pengelola daerah ini.


Dalam rancangan pembangunan daerah jangka menengah (2007-2012), provinsi ini telah membangun komitmen yang kuat untuk terus menciptakan kemanan dan kedamaian. Ini semua dilakukan guna menunjang iklim investasi yang kondusif yang juga tentu saja menjadi prasayarat untuk mewujudkan kesejahtraan rakyat.

Babel juga sedang berupaya sekuat tenaga untuk mengintegrasikan perairan dan kelautan. Berbagai infrastruktur; jalur pelayaran sebagai entri port lengkap dengan kawasan free trade zone. Begitu pula berbagai upaya tengah dilakukan dengan serius oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan status bandara Depati Amir Pangkal Pinang agar dapat melayani berbagai rute Internasional, rute Bali-Bangka-Palembang-Batam. Dengan demikian peluang investasi didaerah ini semakin besar.

Tengok saja, saat ini divisit timah Babel bahkan mencapai satu juta ton. Belum lagi luas lautnya mencapai 65 km, dengan total kekayaan yang mencapai 247 triliun, dan hinggga kini belum banyak dioptimalkan. Ini belum termasuk sektor pariwisata, perhotelan, restoran, supermarket serta berbagai potensi lainnya. Selain itu berbagai sektor lain seperti kesenian, krajinan, peninggalan sejarah yang selama ini cukup kuat menjadi megnet wisatawan juga belum dikelola dengan optimal.

Meningkatnya kerjasama antar daerah dan diberlakukannya free market ditambah lagi dengan situasi politik serta kemanan yangcukup baik saat ini merupakan modal yang sangat berharga untuk dunia usaha serta membuka lebar peluang investasi bagi siapa saja, yang cerdas dalam menilikya

Untuk saat ini pmerintah daerah juga terus mendorong investsi terutama dibidang pengolahan, seperti pengembangan produk-produk timah jangka pendek untuk solder lead, pewter, babit, serta tin chenical untuk electroplating industry. semua in diharapkan untuk dapat menggairahkan dunia industri dibumi laskar pelangi dan tentu saja untuk mengundang investasi kedaerah ini.


Klik Disini Untuk Baca Selengkapnya...

5.15.2009

Tentang Kami


BABEL@CREW

(BBC)

***

BABEL INFORMATION CENTER

DENGAN JEJARING MAYA

“Mengenalkan Potensi Profinsi Kepulauan Bangka Belitung Pada Dunia”

*

BaBel@crew merupakan kelekak jelajah, bujang-miya’ Bangka Belitung. Terdiri dari buda’-buda kampoeng yang mencoba mengapresiasikan kecintaan akan kampong halamannya. Hendak mengenalkan kampoengnya pada dunia dengan lapon-lapon maya yang ada. Meski, kami akui dengan ilmu alakadarnya. Sebab hampir semua anggota Babel@crew adalah pemula.

Kumpulan bujang-dayang dari negeri laskar pelangi ini adalah para pemula jejaring maya yang percaya kalau kampoengnya punya potensi besar, punya kekayaan yang melimpah, punya budaya dan panorama alam bak ‘surga’. Keragaman masyarakat Jogjakarta, keindahan pantai Pulau Dewata, lada, emas, karet, kelapa sawit yang terbagi di berbagai daerah nusantara ini, tersedia dengan cirinya sendiri dikampung kami. Menjadi semacam harta korun, harmoni dan damai dalam desiran pasir-pasir mutiara tiada tara. Dan kalau saja dunia menatapnya, kompoeng ini akan dibanjiri investasi, diatatap mesra tiada hentinya oleh mata-mata para pencari surga. Inilah bentuk keyakinan kami akan kompeng kami ini.

Visi&Misi

Sebagai buda’ kampoeng kami tidak punya banyak cita. Seperti kata pepatah “lebih baiak berbuat walaupun kecil, daripada berangan-angan dalam mimpi hendak melakukan hal besar”. Dengan filosofi seperti ini yang hendak kami wujudkan adalah;

  1. Mengenalkan kampoeng kami -Provinsi Bangka Belitung- pada seluruh manusia dunia.
  2. Mengajak sebanyak mungkin manusia untuk merasakan betapa lembutnya pasir putih tanah Babel beserta seluruh pernak-pernik budaya adat dan kekayaan lainnya.




Klik Disini Untuk Baca Selengkapnya...

Mewujudkan Cinta dengan Sebuah Karya



Judul buku : Bangka Belitung Menuju Masa Depan
Penuils : Drs. Iskandar Hasan S.H
Penerbit : Yayasan At-Tawwab, Januari 2009
Tebal : 300 halaman

“saya sangat menghargai usaha bapak brigadir jendral polisi Drs. Isakandar hasan, S.H, selain tugas dan tanggung jawab yang cukup berat selaku kapolda kepulauan bangka belitung, tapi masih sempat meluangkan waktu untuk menulis” (Hm. Munir Saleh).
Rasanya tidak berlebihan memang, apa yang dikemukakan oleh bapak Munir Saleh, dalam kata sambutanya terhadap buku karya kapolda babel ini. Apresiasi beliau terasa tepat karena dua hal. Pertama, budaya menelis merupakan sebuah tradisi ilmiah yang sangat langka dikalangan masyarakat Bangka Belitung atau Babel. Dalam meinstrem seperti itu karya ini sekan membangunkan kita. Sebuah upaya yang layak kita berikan upplause.


Kedua, karya ini –setidaknya menurut saya- telah berhasil menggertak banyak kalangan dan seluruh laipsan masyarakat Bangka Belitung khususnya untuk mencontoh apa yang telah dimulai oleh penulis buku ini. Selain dua hal tersebut buku ini juga menunjukkan makna lain dari arti cinta akan kampung Laskar Pelangi ini sendiri. Sebuah perwujudan cinta yang ditunjukkan dengan karya nyata.

Pertanyaan selanjutnya adalah apa sebenarnya yang ditampilan oleh penulis dalam karya yang tidak kurang dari tigaratus halaman ini. Sehingga apresiasi terhdapnya begitu besar. “Bangka Belitung Menuju Masa Depan”, adalah karya yang telah berhasil menggambarkan berbagai fenomena nan eksotis dari negeri laskar pelangi.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau yang lebih akrab disebut Prov Ba_Bel adalah calon ikon baru panorama pariwisata nusantara, yang sedang merangkak unjuk gigi pada dunia. Optimisme terhadap hal ini pertama sekali dari eforia historikal daerah ini. Jauh sebelum kita kenal Indonesia, Babel telah menjadi surga bagi para penjajah petualang Eropa. Timah kala itu menjadi semacam ladang uang, yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai peninggalan yang masih bisa disaksikan hingga saat ini.

Selain itu daerah yang dikenal dengan masyarakatnya yang plural ini –terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan sebagainya- juga memiliki banyak sekali potensi lain yang sangat menarik sekaligus menggiurkan. Tengoklah kekayaan alamnya, mulai dari pertambangan, pertanian, peternakan dan tentu saja potensi melimpah dari sektor pariwisatanya. Semuanya masih sangat potensial dan sekali lagi sangat menjanjikan baik dari segi ekonomi maupun keindahan yang dijanjikannya. Bentangan pantai dengan pasir putihnya, timah, lada putih, kelapa sawit, karet adalah sederet buah yang sedang ranum-ranumnya dan terbuka bagi siapa saja.

Deskripsi tersebut merupakan secuil dari “surga-nya” Provinsi Babel yang berhasil ditampilkan dengan sangat menarik oleh penulis buku ini. Penulisnya benar-benar paham akan seluk beluk jantung provinsinya. Ditamabah lagi akselerasi apik dari foto-foto yang amat selaras dengan isu-sisu yang menjadi lokus kajiannya semakin menjadikan buku ini sayang untuk tidak anda baca. Saya sendiri menganggap buku ini bak semacam atlas mini pemandu wisata yang sangat lengkap. Ini karena penggunaan format dua bahasa sekaligus –Indonesia-Inggris, dalam setiap halamannya menjadi pemandangan yang amat langka dari sebuah karya tulis. Dengan membaca karya ini, kita terasa sedang berkeliling mengitari indahnya alam babel. Selamat membaca.

Kedua, karya ini –setidaknya menurut saya- telah berhasil menggertak banyak kalangan dan seluruh laipsan masyarakat Bangka Belitung khususnya untuk mencontoh apa yang telah dimulai oleh penulis buku ini. Selain dua hal tersebut buku ini juga menunjukkan makna lain dari arti cinta akan kampung Laskar Pelangi ini sendiri. Sebuah perwujudan cinta yang ditunjukkan dengan karya nyata.

Pertanyaan selanjutnya adalah apa sebenarnya yang ditampilan oleh penulis dalam karya yang tidak kurang dari tigaratus halaman ini. Sehingga apresiasi terhdapnya begitu besar. “Bangka Belitung Menuju Masa Depan”, adalah karya yang telah berhasil menggambarkan berbagai fenomena nan eksotis dari negeri laskar pelangi.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau yang lebih akrab disebut Prov Ba_Bel adalah calon ikon baru panorama pariwisata nusantara, yang sedang merangkak unjuk gigi pada dunia. Optimisme terhadap hal ini pertama sekali dari eforia historikal daerah ini. Jauh sebelum kita kenal Indonesia, Babel telah menjadi surga bagi para penjajah petualang Eropa. Timah kala itu menjadi semacam ladang uang, yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai peninggalan yang masih bisa disaksikan hingga saat ini.

Selain itu daerah yang dikenal dengan masyarakatnya yang plural ini –terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan sebagainya- juga memiliki banyak sekali potensi lain yang sangat menarik sekaligus menggiurkan. Tengoklah kekayaan alamnya, mulai dari pertambangan, pertanian, peternakan dan tentu saja potensi melimpah dari sektor pariwisatanya. Semuanya masih sangat potensial dan sekali lagi sangat menjanjikan baik dari segi ekonomi maupun keindahan yang dijanjikannya. Bentangan pantai dengan pasir putihnya, timah, lada putih, kelapa sawit, karet adalah sederet buah yang sedang ranum-ranumnya dan terbuka bagi siapa saja.

Deskripsi tersebut merupakan secuil dari “surga-nya” Provinsi Babel yang berhasil ditampilkan dengan sangat menarik oleh penulis buku ini. Penulisnya benar-benar paham akan seluk beluk jantung provinsinya. Ditamabah lagi akselerasi apik dari foto-foto yang amat selaras dengan isu-sisu yang menjadi lokus kajiannya semakin menjadikan buku ini sayang untuk tidak anda baca. Saya sendiri menganggap buku ini bak semacam atlas mini pemandu wisata yang sangat lengkap. Ini karena penggunaan format dua bahasa sekaligus –Indonesia-Inggris, dalam setiap halamannya menjadi pemandangan yang amat langka dari sebuah karya tulis. Dengan membaca karya ini, kita terasa sedang berkeliling mengitari indahnya alam babel. Selamat membaca.


Klik Disini Untuk Baca Selengkapnya...

5.13.2009

Tanggung Jawab Siapa?


Ada slogan yang sangat populer di kalangan mahasiswa, -Jogja khusnya-, slogan itu berbunyi ''logika tanpa logistik anarkis''. Ada tiga kata kunci dalam slogan tersebut, logika, logistic dan anarkis. Dari selogan ini saya berupaya menganalisa dampak dari besarnya jumlah anak balita yang mengalami gizi buruk di negeri ini.

Logika merupakan instrumen yang sangat penting -fital- bagi setiap manusia. Logika sendiri bersumber dari akal, yang dengannya manusia bisa di katakan sebagai ''manusia''. Dengan akal pula manusia menjadi berbeda dengan hewan dan seterusnya, hingga ia menjadi tolak ukur dari kemajuan sebuah bangsa.


Logistik merupakan bagian kedua yang tak kalah pentingnya dengan akal. Otak kita tak akan sehat kalau tidak diberikan gizi yang cukup. Sederhananya kalau otak tidak sehat maka kecerdasannya-pun akan berkurang. Disinilah permasalahannya, bagaimana Negara yang menyatakan diri telah siap bertarung dalam jurang globalisasi ini, ternyata menyimpan 2,3 juta balita yang mengalami gizi buruk.

Dari sini jelas bahwa ''kebodohan'' merupakan kata kotor pertama yang akan kita terima, sebagai dampak kasus gizi buruk ini, lalu bagaimana kita akan bertarung, jika kebodohan diangkat jadi sahabat karib?. Ketika kebodohan sudah bersahabat dengan anak-anak negeri ini, maka ''kemiskinan'' akan menjadi kata kotor kedua.

Menyusul selanjutnya kerusuhan, kejahatan, tertinggal, terbelakang, dan pada akhirnya bangsa ini akan kembali seperti semula. Berdiri sebagai bangsa yang terjajah. Dan niat untuk ikut bertarung dalam ‘’bola api’’ globalisasi hanya tinggal kenangan. Ini hanya gambaran kecil dari rentetan konsekuensi yang akan kita terima bila kasus gizi buruk ini tak segera di carikan solusinya.

Ekonomi sering dianggap sebagai penyebab utama maraknya kasus gizi buruk di Indonesia. Padahal masalah ini bukan hanya disebabkan oleh kemiskinan. Masalah ini kompleks, tidak hanya dari segi ekonomi dan kesehatan, tetapi dari aspek sosial dan budaya.Pemantauan tim Antropologi UI 1994 di Yahukimo misalnya, menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi muncul seiring dengan semakin berkurangnya wilayah tanam masyarakat karena pembabatan hutan sagu dan industrialisasi yang juga mematikan sumber-sumber makanan protein lainnya.

Konon di Sambas, 50% balita yang mengidap gizi buruk bukan disebabkan karena kemiskinan melainkan karena budaya makan. Kebanyakan ibu-ibu yang baru melahirkan mengkonsumsin nasi dan ikan kering tetapi tidak sayur karena sayur berkorelasi dengan kemiskinan.Dari hasil laporan ini jelas, bahwa solusi yang bersifat kuratif saja tidaklah cukup. Kita tidak bisa berharap masalah gizi buruk bisa ditangani sepenuhnya tanpa menyelesaikan akar masalahnya. Oleh karena itu, pendekatan promotif dan preventif yang bisa membuka kesempatan bagi pemberdayaan masyarakat, terutama bagi kelompok masyarakat yang terpinggirkan, jauh lebih penting karena disinilah akar permasalan yang sebenarnya.

Namun bukan berarti Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk yang telah dikeluarkan sejak Juli 2005, seperti pemberian makanan tambahan, promosi keluarga sadar gizi dan revilatisasi posyandu, tidak berguna sama sekali. Namun sekali lagi perlu ditekankan bahwa pemerintah hendaknya lebih arif dalam mencari solusi yang tepat untuk masalah ini. Jangan sampai anak-anak yang lahir selanjutnya ikut merasakan kepedihan yang diakibtakan oleh Negara yang salah urus.

Klik Disini Untuk Baca Selengkapnya...

Pasang Iklan Diblog Ini


Jika Anda pemilik situs, pengusaha online, seorang marketer, atau menjalankan bisnis online, tentu Anda menginginkan traffic situs yang tinggi dan promosi yang baik untuk memasarkan usaha Anda. Maka memasang iklan di sini adalah langkah yang tepat.
Bacrew adalah salah satu blog yang memiliki traffic tinggi (rata-rata 1.500 s/d 3.000 per hari) dan sudah memiliki komunitas pembaca yang luas.

Babelcrew telah terindex dan memiliki ranking yang bagus pada search engine besar seperti Google, Yahoo, dan MSN.



Untuk itu, Bangka' Buangets crew memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin memasang iklan untuk mempromosikan website/usahanya dalam bentuk banner, link, teks, dan review produk/jasa dengan link permanent dan dofollow.

Sangat mudah untuk memasang iklan di sini, tidak ada ketentuan khusus yang memberatkan atau langkah yang panjang. Anda cukup menghubungi Saya melalui hp: 081 328 407 959 atau kirim email ke kritekbabel@gmail.com. Bisa juga menghubungi kami via YM dengan id putrababel.

Babelcrew tidak menerima iklan yang berbau pornografi, SARA, atau hal-hal yang akan menyebabkan kerugian bagi siapapun.

Ketentuan Harga:

1. PAKET BANNER, ukuran 300 x 250 px

1 bulan = 30 ribu
2 Bulan= 50 ribu
3 Bulan= 80 Ribu

2. PAKET BANNER, ukuran 125 x 125 px

1 bulan = 20 ribu
2 Bulan= 30 ribu
3 Bulan= 50.000 Ribu

Keuntungan yang didapat : Kami siap membuatkan bennernya untuk anda. Banner Anda tampil di semua halaman termasuk pada halaman depan pada bagian kanan atas.

Klik Disini Untuk Baca Selengkapnya...

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by babel@crew Converted into Blogger Template by Bloganol dot com